kampung naga

Bicara tentang Kampung Naga, awalannya saya tak memiliki bayangan seperti apa Kampung Naga itu. Saat mendengar rekan-rekan saya mau observasi ke sana, saya turut saja, lantaran saya sendiri tidak paham mau observasi kemana untuk pekerjaan KAB saya hehehe.

Rombongan saya menuju Kampung Naga sejumlah 17 orang yang diangkut oleh dua mobil yang jalannya beriringan. Saya serta rombongan lakukan observasi ke Kampung Naga pada Sabtu 22 Desember 2012. Gagasannya kami cuma bertandang ke sana sepanjang dua hari semalam saja. Jadi, Minggu siang diprediksikan kami telah tiba dirumah semasing. Kami start dari Gading Serpong jam 03. 00 pagi lantaran kami berpikir bila pergi ke sana terlampau siang, jadi kami bakal kehilangan banyak event di sana. Perkiraan awal mulanya, kami bakal tiba di Kampung Naga jam 08. 00, lantaran salah satu dari kami telah survey terlebih dulu serta cuma meniti perjalanan sepanjang 5 jam. Nyatanya perkiraan itu salah, kami tiba di Kampung Naga jam 11 siang karena kami terlampau banyak berhenti di rest area.

Sesudah meniti perjalanan sepanjang 7 jam, pada akhirnya kami tiba juga di Kampung Naga. Kampung Naga terdapat di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Awalannya saya bingung, kenapa tempat ini diberi nama Kampung Naga, sedang ditempat kami memarkir mobil cuma ada warung-warung serta tugu yang berupa seperti keris. Mungkin saja pertanyaan saya ini bakal dijawab kelak oleh warga sini hehehe.

Saat kami turun dari mobil, ada seseorang laki-laki yang menggunakan kain di kepalanya hampiri kami. Beliau berkata, bahwa bila mau lakukan kunjungan ke Kampung Naga, mesti izin terlebih dulu di koperasi. Albert, salah satu dari kami yang mewakilinya. Sesudah perizinan usai, laki-laki tadi nyatanya yaitu tur guide kami sepanjang di Kampung Naga, namanya Mang No’. Sesudah di rasa aman meninggalkan mobil di terminal (begitulah kata Mang No’), kami juga jalan menuju Kampung Naga yang sebenarnya. Untuk hingga di sana, kami mesti melalui anak tangga yang jumlahnya tak main-main, ya 439 anak tangga mesti kami lewati. Konon tuturnya, jumlah anak tangga saat kita turun serta saat kita naik bakal tidak sama jumlahnya. Sayangnya, saya sendiri tidak ada niatan untuk menghitungnya hohoho. Malah ada pikiran yang berkecamuk di dalam diri saya, “bagaimana kelak naiknya ya? ”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s